Selasa, 07 November 2017

Bolabosku - Dinyatakan Kalah dari Bhayangkara, Mitra Kukar Kecam Komdis PSSI

Bolabosku - Dinyatakan Kalah dari Bhayangkara, Mitra Kukar Kecam Komdis PSSI

Image result for Mitra Kukar

Mitra Kukar mendapatkan hukuman berat dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Tim berjuluk Naga Mekes itu dinyatakan kalah 0-3 dari Bhayangkara dalam laga pekan ke-33 Liga 1 di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, 3 November 2017.



Hukuman yang diterima melalui surat Komdis PSSI nomor 112/L1/SK/KD-PSSI/X/2017 tanggal 5 November tersebut dikeluarkan karena Mitra Kukar dianggap memainkan pemain yang sedang menjalani sanksi, yakni sang marquee player, Mohamed Sissoko. Mantan gelandang Liverpool itu mendapat kartu merah langsung saat melawan Borneo FC di Tenggarong, 23 Oktober 2017.

''Memberikan hukuman karena dianggap memainkan pemain yang menjalani sanksi dari surat Komdis PSSI nomor 116/L1/SK/KD-PSSI/X/2017. Dihukum kalah 0-3 dan denda Rp 100 juta karena telah tejadi pelanggaran terhadap Pasal 55 Kode Disiplin PSSI,'' bunyi surat yang ditandatangani Ketua Komdis PSSI, Asep Edwi Firdaus.

Mitra Kukar kecewa dengan keluarnya putusan tersebut. Direktur Operasional Mitra Kukar, Suwanto menilai hukuman dari Komdis PSSI terkesan aneh dan salah kaprah.

''Kami jelas kecewa karena mendapat hukuman yang seharusnya tidak didapat. Apalagi, kami tidak diminta keterangan dalam sidang namun langsung ada putusan. Seakan hukuman Komdis PSSI lebih berat dari Tuhan,'' ungkap Suwanto kepada Bola.com, Rabu (8/11/2017).                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         
Baca selengkapnya

Rabu, 03 Mei 2017

Sriwijaya FC Kalah Lagi, Oswaldo Lessa Minta Maaf ke Suporter


Langkah Sriwijaya FC masih tertatih-tatih di tangan pelatih baru, Oswaldo Lessa. Setelah kalah 0-2 dari Persib Bandung, Laskar Wong Kito dipermalukan Bhayangkara FC 1-2 dalam lanjutan Liga 1 2017 di kandang Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang Rabu (3/5/2017). 
Gol kemenangan Bhayangkara FC dicetak oleh Evan Dimas di menit 26. Satu gol bagi tim tamu lainnya dihasilkan oleh Thiago Furtuoso pada menit 76. Sementara itu, Laskar Wong Kito hanya bisa membalas lewat sundulan Alberto Goncalves pada menit 62.
Usai pertandingan,  Oswaldo Lessa meminta maaf atas hasil buruk yang diderita timnya.
“Saya meminta maaf kepada suporter  Sriwijaya FC atas hasil kurang baik ini, kalah di kandang sangat buruk sekali. Tetapi saya tetap mengapresiasi perjuangan seluruh pemain yang sudah memberikan yang terbaik di laga tadi,” ungkapnya.
Menurutnya, meski tertinggal di lapangan, tetapi seluruh pemain tidak menunjukkan semangat menyerah. Mereka berjuang hingga titik penghabisan.
“Spirit tidak kurang, mereka terus berlari hingga peluit ditiup wasit. Kami semua harus berlatih lebih keras lagi, memperbaiki transisi dari belakang ke depan dan begitu juga sebaliknya, tetapi saya tetap percaya kami semua bisa keluar dari kesulitan ini bersama-sama” ujar eks pelatih Persipura Jayapura ini.
Permintaan maaf juga dilontarkan striker asing, Alberto "Beto" Goncalves. Ia menyebut dirinya beserta seluruh pemain sudah bekerja dengan keras di pertandingan ini.
“Saya juga harus minta maaf karena kekalahan ini, namun kalian sudah melihat kami bekerja dengan sungguh-sungguh sampai menit terakhir. Musim ini cukup sulit karena mulai dengan banyak pemain baru, formasi baru," kata mesin gol Sriwijaya FC musim lalu tersebut. 

sumber bola.com
Baca selengkapnya

Pelatih Persija Kritik Wasit Indonesia Tidak Tegas

Pelatih Persija Jakarta, Stefano Cugurra Teco, mengungkapkan kegelisahannya soal kepemimpinan wasit-wasit di Indonesia. Pelatih asal Brasil itu menilai para pengadil perlu lebih berani mengambil keputusan tegas, terutama dalam mengeluarkan kartu kuning dan merah untuk pemain yang bermain sangat kasar dalam pertandingan Liga 1 2017.
Kegelisahan Stefano Teco dimulai saat Persija bertandang ke Makassar dan kalah 0-1 dari PSM Makassar. Saat itu Sandi Sute harus menerima kartu merah setelah wasit, Thoriq Alkatiri, dua kali mengeluarkan kartu kuning untuk mantan pemain Pusamania Borneo FC itu.

Bahkan Stefano Teco mengaku terkejut saat marquee player Persija, Bruno Lopes dilanggar sangat keras hingga meninggalkan lebam menghitam di perut bagian kiri tapi pemain PSM tak mendapatkan kartu merah.Namun, Stefano Teco mencatat ada beberapa kali pemain PSM Makassar bermain sangat kasar dalam laga itu. Ironisnya mereka hanya mendapatkan peringatan dari tanpa adanya kartu yang keluar dari saku wasit.
Ia pun sangat khawatir hal serupa bisa terjadi di kemudian hari untuk semua tim yang menjalani laga tandang.
Jelang pertandingan kontra Madura United di Stadion Patriot, Bekasi, Kamis (4/5/2017), Teco berharap wasit di Indonesia lebih berani untuk mengeluarkan kartu kepada pemain yang tampil sangat kasar baik dari tim tuan rumah atau pun tim tamu.
"Saya pikir wasit harus memberikan kartu kepada pemain yang bermain terlalu keras. Jika perlu harus langsung diberi kartu merah seandainya sangat kasar seperti saat kami menghadapi PSM kemarin," ujar Stefano Teco, Rabu (3/5/2017).
"Jika pada pertandingan ini pemain Persija Jakarta atau Madura bermain kasar, saya berharap wasit harus berani mengeluarkan kartu untuk pemain tim mana pun yang bermain sangat kasar," lanjut pelatih asal Brasil itu.

sumber bola.com
Baca selengkapnya

Hasil dan Klasemen Liga 1: Persib Jadi Nomor Satu


Persib Bandung sukses mengkudeta posisi puncak klasemen sementara Liga 1 2017 dari Barito Putera pada Rabu (3/5/2017). Bermain sebagai tamu di kandang Persegres United, Tim Maung Bandung menang 1-0. Tampil di stadion Tridharma Gresik, gol kemenangan Persib Bandung diciptakan oleh pemain muda Billy Keraf di menit ke-92.
Sementara itu, Mitra Kukar dan Bhayangkara FC sukses mengemas poin penuh di hari yang sama. Mitra kukar berhasil menang atas tim tamu Persela Lamongan 3-2 di Stadion Aji Imbut, Tenggarong.
Sedangkan Bhayangkara FC yang tampil sebagai tim tamu, sukses mencuri poin atas Sriwijaya FC setelah menang 1-2 di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang.
Dengan hasil ini, Bhayangkara FC dan Mtra Kukar sukses memperbaiki posisi sementara di pekan ketiga, masing-masing berada di peringkat tujuh dan sembilan. Sedangkan bagi Sriwijaya FC dan Persela tidak mengalami pergeseran posisi, masing-masing di posisi 13 dan 14 klasemen sementara.
 Berikut klasemen sementara Liga 1 2017 Rabu (3/5/2017):
 NoTIM
P
M
S
K
GM
GK
SG
PTS
1
PERSIB BANDUNG
4
2
2
0
5
2
3
8
2
BARITO PUTRA
3
2
1
0
5
2
3
7
3
PSM MAKASSAR
3
2
1
0
5
2
3
7
4
SEMEN PADANG
3
2
1
0
5
2
3
7
5
AREMA FC
3
2
1
0
3
0
3
7
6
PERSIPURA JAYAPURA
4
2
1
1
5
4
1
7
7
BHAYANGKARA FC
4
2
0
2
5
6
-1
6
8
PS TNI
3
1
2
0
6
5
1
5
9
MITRA KUKAR
4
1
2
1
7
7
0
5
10
PUSAMANIA BORNEO
4
1
1
2
6
5
1
4
11
PERSIJA JAKARTA
3
1
1
1
3
2
1
4
12
MADURA UNITED
3
1
1
1
4
4
0
4
13
SRIWIJAYA FC
3
1
1
1
2
3
-1
4
14
PERSELA LAMONGAN
4
1
0
3
5
7
-2
3
15
PERSERU SERUI
3
1
0
2
3
5
-2
3
16
BALI UNITED
3
1
0
2
2
4
-2
3
17
PERSEGRES GRESIK
4
0
1
3
2
8
-6
1
18
PERSIBA BALIKPAPAN
3
0
0
3
0
4
-4
0

Hasil Pertandingan Rabu (3/5/2017):
Persegres United Vs Persib Bandung 0-1
Mitra Kukar Vs Persela Lamongan 3-2
Sriwijaya FC Vs Bhayangkara FC 1-2
Jadwal Pertandingan Kamis (4/5/2017):
Bali United Vs Semen Padang
Perseru Serui Vs PSM Makassar
Persija Jakarta Vs Madura United
Baca selengkapnya

Berita Populer Bola, Hasil Liga Champions dan Rekor Cristiano Ronaldo


Hasil Liga Champions antara Real Madrid dan Atletico Madrid menjadi tema paling populer di Kanal Bola Kompas.com pada Rabu (3/5/2017). Kemenangan telak Real Madrid di semifinal pertama Liga Champions itu mendominasi daftar teratas artikel populer di Kanal Bola.

Cristiano Ronaldo menjadi aktor utama saat Real Madrid menang 3-0 atas Atletico Madrid pada partai pertama semifinal Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Selasa (2/5/2017).
Bintang asal Portugal itu memborong tiga gol timnya sekaligus menorehkan sejarah baru. Dia menjadi pemain pertama yang mencetak trigol secara beruntun pada fase gugur kompetisi kasta teratas Eropa.

Oleh karenanya, Ronaldo langsung menjadi pusat perhatian ketika memasuki ruang ganti tim. Dia mendapatkan ucapan selamat pertama dari Gareth Bale, yang mengenakan kostum kasual karena absen dalam laga ini.

Setelah menyimpan bola pertandingan ke dalam lemarinya, pemilik nomor kostum tujuh itu berkeliling untuk menyalami rekan-rekan setimnya. Dia turut mendapatkan pelukan dari pelatih Zinedine Zidane.

Penyerang subur asal Portugal itu pun menyejajarkan dirinya dengan Lionel Messi soal ukiran hat-trick di Liga Champions. CR7 dan Messi kini sama-sama telah mencetak tujuh kali hat-trick.

Dengan tambahan tiga gol ke gawang Atletico, bisakah Ronaldo melewati pencapaian lain Messi?
Pencapaian yang dimaksud ialah melampaui rekor jumlah gol terbanyak di Liga Champions musim ini dan gelar top scorer beruntun terpanjang kompetisi.

Tidak cuma Ronaldo, ada pula sejumlah nama lain yang patut disorot dari pertandingan antara Real Madrid dan Atletico Madrid, baik itu melalui apresiasi maupun kritik.

Kemenangan telak Real Madrid atas Atletico Madrid tidak lepas dari superioritas dalam hal penguasaan bola dan intensitas operan.
Terkait catatan tersebut, pelatih Zinedine Zidane sudah sepantasnya berterima kasih kepada Toni Kroos dan Isco. Keduanya tampil menonjol dalam mendistribusikan bola.

Sementara itu, Antoine Griezmann tampil di bawah performa terbaiknya pada laga tersebut. Ironis buat tim berjulukan Los Rojiblancos, Griezmann menunjukkan kontribusi nihil di daerah pertahanan Real Madrid. Tengok saja statistik ofensif Griezmann. Jangankan untuk melepaskan tembakan, menyentuh bola di kotak penalti saja dia gagal.

Dengan kemenangan 3-0 atas Atletico Madrid, Real Madrid bisa dikatakan tinggal selangkah lagi ke final. Sepanjang sejarah sejak berganti format menjadi Liga Champions, tidak ada tim yang tertinggal 0-3 pada laga pertama pada semifinal mampu melangkah ke partai puncak.

Lawan yang paling berpeluang untuk menghadapi Real Madrid adalah Juventus. Pada pertandingan semifinal pertama di Stade Louis II, Juventus menang 2-0 atas tuan rumah AS Monaco berkat aksi Gonzalo Higuain.

Striker asal Argentina itu mencetak dwigol pada menit ke-29 dan ke-59. Dengan begitu, Higuain mengakhiri puasa lesakan yang telah berlangsung dalam tujuh partai fase gugur kompetisi kasta teratas Eropa.
Baca selengkapnya

Luis Milla Anggap Liga 1 Sama Dengan Divisi II Spanyol

Menurut Milla kompetisi kasta tertinggi di Indonesia tersebut masih jauh tertinggal dengan Spanyol.



Pelatih timnas Indonesia U-22 Luis Milla, merasa Liga 1 masih tertinggal jauh dibandingkan dengan kompetisi kasta tertinggi yang ada di Spanyol, La Liga. Menurutnya, banyak sekali kekurangan yang terjadi di Liga 1. 

Mantan pemain Barcelona itu, menilai Liga 1 tak lebih dari kompetisi Divisi II yang ada di Spanyol. Hal ini terjadi setelah dirinya melihat sejumlah pertandingan yang dimainkan klub-klub Liga 1.

"Pada akhirnya, jika kita membandingkan tingkat Divisi pertama [Liga 1] Indonesia [dengan Spanyol] Anda melihatnya dari peralatan yang ada di Divisi II [Spanyol]," kata Milla saat diwawancarai Diario de Teruel.

Pria berusia 51 tahun tersebut menuturkan kalau sepakbola Indonesia memandang lebih tinggi pemain-pemain yang sempat merasakan permainan di Liga Eropa. Bisa jadi, pernyataan yang dilontarkan Milla ini beracuan pada penerapan regulasi marquee player di Liga 1.

Di mana setiap klub diizinkan menggunakan satu pemain yang berstatus marquee player. Syaratnya pemain asing tersebut pernah bermain di kompetisi tertinggi eropa atau sempat ambil bagian Piala Dunia.

"Mereka [Indonesia] sangat menganggap penting dari mana kamu berasal. Dari negara sepakbola mana kamu berasal. Mereka menilai tinggi seseorang yang berasal dari Spanyol dan negara-negara Eropa lainnya," tuturnya.

Sumber : goal.com
Baca selengkapnya

Mayoritas Marquee Liga 1 Pemain Veteran



Kompetisi sepak bola Indonesia memasuki babak baru. Dengan tajuk Liga 1, setiap klub kontestan diperbolehkan menggunakan jasa pemain marquee di luar jatah dua pemain asing dan satu pemain Asia.

Hingga pendaftaran pemain Liga 1 ditutup pada 30 April lalu, tidak semua klub menggunakan jasa pemain marquee. Dari 18 klub peserta, hanya 15 di antaranya yang menggunakan pemain marquee. Tiga klub yang tidak memanfaatkan pemain marquee adalah Persipura Jayapura, Perseru Serui, dan Persegres Gresik United.
Lihat juga:Shohei Matsunaga Incar Gol Perdana di Gresik

Banderol pemain pun bervariasi. Marquee player milik Persib Bandung, Michael Essien, digadang sebagai pemain marquee termahal dengan taksiran harga Rp8-10 miliar untuk satu musim. Rekam jejak tampil di klub-klub Eropa jadi daya tarik tersendiri.

Hanya saja rata-rata pemain marquee yang mendarat di Liga 1 adalah pemain veteran yang usianya 30 tahun ke atas. Essien, gelandang berusia 34 tahun menjadi satu di antaranya.

Tercatat hanya ada empat pemain yang usianya di bawah 30 tahun. Di antaranya pemain marquee PSM Makassar Willem Jan Pluim (28 tahun), Jose Manuel Barbosa Alves (27) milik Persela Lamongan, pemain Persiba Balikpapan Anmar Almubaraki (25), dan Tijani Belaid (29) di Sriwijaya FC.

Sejauh ini para pemain maquee yang direkrut tak semuanya tampil menonjol. Sebagian besar masih harus beradaptasi dengan iklim sepak bola di Indonesia, termasuk Essien.

Daftar Marquee Player di Liga 1 2017:

1. Persib Bandung
Nama: Michael Essien
Asal: Ghana
Usia: 34 Tahun
Posisi: Gelandang
Klub Sebelumnya: AC Milan, Real Madrid, Chelsea

2. Persija Jakarta
Nama: Bruno da Silva Lopes
Asal: Brasil
Usia: 30 Tahun
Posisi: Striker
Klub Sebelumnya: Albirez Niigara (J1 League), Liga Utama Brasil

3. Arema FC
Nama: Juan Pablo Pino Puello
Asal: Kolombia
Usia: 30 Tahun
Posisi: winger
Klub Sebelumnya: Galatasaray, Olympiacos

4. PSM Makassar
Nama: Wiljan (Willem Jan) Pluim
Asal: Belanda
Usia: 28 Tahun
Posisi: Gelandang
Klub Sebelumnya: Roda JC Kerkrade, Vitesse (Eredivisie)

5. Bhayangkara FC
Nama: Paulo Sergio Moriera Goncalves
Asal: Portugal
Usia: 33 Tahun
Posisi: Winger
Klub Sebelumnya: SC Olhanense (Ligapro Potugal) Timnas Portugal U-19, U-20, dan U-21.

6. Bali United
Nama: Nick van der Velden
Asal: Belanda
Usia: 35 Tahun
Posisi: Gelandang
Klub Sebelumnya: Dundee United (Scottish Championship), FC Dordrecht

7. Barito Putera
Nama: Douglas Packer
Asal: Brasil
Usia: 30 Tahun
Posisi: Gelandang
Klub Sebelumnya: Juventus

8. Madura United
Nama: Peter Osaze Odemwingie
Asal: Nigeria
Usia: 35 Tahun
Posisi: Winger
Klub Sebelumnya: West Bromwich Albion, Cardiff City, dan Stoke City

9. Mitra Kukar
Nama: Mohamed Lamine Sissoko
Asal: Prancis
Usia: 32 Tahun
Posisi: Gelandang
Klub Sebelumnya: Valencia, Liverpool, Juventus, dan Levante

10. Persela Lamongan
Nama: Jose Manuel Barbosa Alves
Asal: Portugal
Usia: 27 Tahun
Posisi: Gelandang
Klub Sebelumnya: Inter Milan (Primavera), Benfica

11. Persiba Balikpapan
Nama: Anmar Almubaraki
Asal: Irak
Usia: 25 Tahun
Posisi: Gelandang
Klub Sebelumnya: Telstar (Belanda), Heracles Almelo

12. PS TNI
Nama: Elio Bruno Martins
Asal: Portugal
Usia: 32 tahun
Posisi: Winger
Klub Sebelumnya: SC Beira-Mar (Aveiro FA First Division)

13. Semen Padang
Nama: Didier Zokora
Asal: Pantai Gading
Usia: Gelandang
Posisi: 36 Tahun
Klub Sebelumnya: Tottenham Hotspur, Sevilla

14. Sriwijaya FC
Nama: Tijani Belaid
Asal: Prancis
Usia: 29 Tahun
Posisi: Gelandang
Klub Sebelumnya: Inter Milan, Hull City

15. Pusamania Borneo FC
Nama: Shane Edward Smeltz
Asal: Selandia Baru
Usia: 35 Tahun
Posisi: Striker
Klub Sebelumnya: Adelide United FC, Gold Coast United (A-League Australia) (har)

Sumber : CNN Indonesia

Baca selengkapnya